Batik bukan satu satunya potensi yang ada di Kota Pekalongan,
salah satu potensi lain yang diandalkan Kota Pekalongan adalah sektor perikanan
yang kini sempat "tenggelam" pada era 1990 hingga 2002. Namun, dengan
terpilihnya Kota Pekalongan dari 12 kota lainnya sebagai salah satu sasaran
proyek minapolitan oleh Pemerintah, kini Pemkot terus memacu sektor perikanan
agar kembali jaya seperti tahun sebelumnya.
Program pendukung pembangunan kawasan minapolitian pun
terus digarap, seperti pengerukan alur sebagai upaya mempelancar lalu lintas
kapal nelayan, pembangunan "breakwater" (penahan gelombang), dan
peninggian jalan karena sering tergenang rob. Selain itu, pemkot juga membangun
pelabuhan, peninggian dermaga, sarana pendukung penahan laju pengikisan
daratan, dan pembangunan pos terpadu untuk pelabuhan perikanan, serta pembangunan
pasar ikan,
terpilihnya Kota Pekalongan sebagai salah satu kawasan
proyek minapolitan akan berdampak positif terhadap kemajuan perikanan daerah
setempat.Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) sebagai salah satu
instansi yang diberikan tanggung jawab membantu pemkot akan mendukung
sepenuhnya terwujudnya kawasan minapolitian."Pembangunan berbasis kawasan
minapolitan pada intinya adalah milik Pemkot Pekalongan, sedangkan PPNP hanya
sebatas membantu pengembangan sektor kemaritiman itu," katanya.
Selain Pelabuhan Bagan Siapi-Api dan Muncar, Jawa
Timur, Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan pernah meraih kejayaan pada era
1990 hingga 2002 sebagai pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia.
"Sebagai bukti, saat itu, kegiatan proses lelang ikan di TPI hingga pukul
23.00 WIB karena produksi ikan yang terus melimpah. Oleh karena itu, kami
berharap dengan adanya kawasan minapolitan, Kota Pekalongan mampu meraih
kembali predikat sebagai kota pelabuhan perikanan terbesar," katanya. Pada
era 1990-an, produksi ikan nelayan mampu mencapai 300--500 ton per hari sedang
kini hanya sekitar 70 ton per hari.
Untuk mendukung langkah keberasilan proyek minapolitan, PPNP juga terus
melakukan langkah-langkah produktif dan terencana, serta mereformasi birorasi
agar memberikan kemudahan kepada masyarakat.
Pemberian surat izin berlayar (SIB) pada kapal nelayan
berbobot 30--60 grosstone yang semula memerlukan waktu relatif lama kini bisa
selesai hanya tiga hari
mengatakan bahwa kegiatan proyek minapolitian mengacu pada Peraturan Menteri
Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2010 tentang Minapolitan.Kawasan
minapolitan, kata dia, berdasar Keputusan Menteri KP Nomor 32 Tahun 2010 dengan
ditindak lanjuti Keputusan Wali Kota Pekalongan Nomor 523/138/2010.Minapolitan
yang dibangun Pemkot Pekalongan memang belum sepenuhnya memadai sehingga perlu
upaya dan pembangunan terencana untuk mengembangkan sektor kemaritiman itu.Berdasar
data perolehan produksi ikan di TPI, produksi ikan sejak Januari hingga akhir
Desember 2017, produksi ikan sebanyak 13.986.053.000 kilogram atau setara
Rp150.267.568.000,00. Saat ini harga ikan relatif tinggi sehingga hasil raman
(nilai transaksi lelang) ikan juga meningkat," katanya. "Techno
Park"Pemkot Pekalongan menyatakan optimistis pembangunan kawasan
minapolitan ini akan dapat mengembalikan kejayaan perikanan daerah setempat,
apalagi Presiden RI Joko Widodo telah memberikan sinyal perlu dibangunnya
"Techno Park" berwawasan kemaritiman.
Hal ini nantinya akan disinergikan dengan proyek
minapolitan yang sudah lebih dahulu dicanangkan. megaproyek kawasan minapolitan
yang dicanangkan pemerintah pusat dengan Pemkot Pekalongan pada tahun 2011,
kini mulai menunjukkan hasil dengan dibuktikan hasil pendapatan asli daerah
(PAD) dari sektor lelang yang pada tahun 2017 sebesar Rp 6,5 miliar naik
menjadi Rp. 7miliar pada tahun 2017.
Ada dua bagian yang dikerjakan untuk proyek minapolitan, yaitu pemkot membuat
zona pendukung, sedangkan pusat dan Pemerintah Provinsi Jateng membangun zona
inti.
Zona pendukung yang diupayakan oleh pemkot meliputi infrastruktur yang baik dan
penanganan rob serta pembuatan tambak dari sawah yang tidak bisa dipakai untuk
lahan pertanian. fokus menggarap zona pendukung untuk proyek minapolitan perlu
totalitas agar tidak menghambat zona yang lain yang di sebabkan zona
pendukungnya tidak berkwalitas, sedangkan zona intinya akan dikerjakan oleh
Pemprov Jateng dan pusat. Untuk memacu kejayaan perikanan Kota Pekalongan,
pemkot membentuk poros maritim yang berfungsi membantu pengelolaan pasar ikan
di dekat tempat pelelangan ikan (TPI).Pembentukan poros maritim tersebut
sebagai upaya memberi kemudahan para pedagang ikan berjualan. Saat ini para
pedagang ikan masih terpencar sehingga perlu ada pasar sentral yang bisa
membuat mereka lebih mudah berjualan, baik untuk pedagang kecil maupun
tengkulak besar. Untuk kegiatan itu membutuhkan dana sekitar Rp12 miliar karena
pemkot harus melakukan pembebasan lahan milik warga seluas dua hektare.
Lahan milik warga yang akan dibebaskan tersebut tidak
mungkin digunakan dengan sistem sewa, tetapi harus dibeli. kondisi cuaca di
perairan laut yang relatif membaik berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan
nelayan melimpah sehingga harga ikan stabil. Saat ini harga ikan jenis tongkol
Rp16 ribu per kilogram, ikan layang Rp15.500,00/kg, dan ikan tengiri Rp30
ribu/kg, bentong Rp15 ribu/kg, dan banyar Rp18 ribu/kg.
Terdongkraknya harga ikan ini, kata dia, tentunya akan
membawa dampak positif terhadap para nelayan mencari ikan di laut. Nelayan Kota
Pekalongan juga tidak terpengaruh terhadap adanya larangan nelayan mencari ikan
dengan pukat hela dan cantrang karena sebagian besar mereka menggunakan kapal
jenis purse seine.
Dengan melimpahnya persediaan ikan tersebut juga mampu memenuhi kebutuhan
masyarakat terhadap ikan.
Pedagang ikan di TPI Kota Pekalongan Tauri (59)
menambahkan bahwa para pedagang akan mendukung langkah pemkot membangun kawasan
minapolitan.
"Sebenarnya ada dan tidaknya kawasan minapolitan tidak begitu berpengaruh
terhadap para pedagang ikan. Hanya saja dengan adanya kawasan minapolitan
diharapkan akan mempermudah para pedagang ikan lebih lancar berdagang,"
katanya.
Semoga Mega Proyek minapolitan ini dapat memberikan
nuansa segar terhadap pendapatan Nelayan dan Pemkot Pekalongan sektor
Perikanan, sehingga kejayaan perikanan di pekalongan dapat kembali seperti era
keemasan dulu.